Virus Corona (Covid-19) sudah menjadi momok bagi masyaraat dunia. Berawal dari Kota Wuhan Republik Rakyat Cina, virus ini terus menyebar secara cepat ke seluruh dunia. Saat ini, 100 negara di Dunia telah melaporkan kasus infeksi virus ini. Ketakukan terus menyebar seperti layaknya hantu yang bergentayangan di siang bolong. Beritanya ada walau tidak semua bisa dibuktikan. Stigma masyarakat terhadap virus ini ibarat nyanyian kematian yang tidak seluruhnya bisa dibuktikan. Melawan stigma yang diviralkan oleh media sosial tentu harus dilakukan secara serius, serentak dan melibatkan semua instansi pemerintah, swasta, organisasi profesi, organisasi masyarakat dan semua pihak supaya perang melawan virus ini membuahkan hasil.

Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengambil mumen istimewa dengan melakukan silaturrahmi dengan Harian Serambi Indonesia sebagai media cetak kebanggaan rakyat Aceh. Silaturrahmi ini bertujuan mendorong semua pihak pemerintah, media cetak dan online untuk terus menyebarkan berita positif terkait virus corona sebagai pendoman bagi masyarakat dalam meproteksi diri mereka. Ketua DPW IDI Aceh Dr. dr. Safrizal Rahman M.Kes., Sp.OT menyatakan bahwa ketakutan masyarakat terhadap covid-19 bisa dimaklumi. Begitu viralnya informasi media sosial tentang virus yang dianggap sangat mematikan, terus menebarkan ketakutan pada masyarakat. Walaupun faktanya, kematian akibat covid-19 ini masih lebih rendah dibandingkan TBC dan virus SARS. Oleh karena itu, Ketua IDI Aceh berharap ada kerjasama antara pemerintah, media meanstream seperti Harian Serambi Indonesia dan organisasi profesi seperti IDI dan PPNI dalam memberikan informasi positif secara terus menerus kepada masyarakat.


Sementara Ketua DPW PPNI Aceh Adurrahman, S.Kp., M.Pd menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan PPNI dalam penyebaran informasi kepada perawat diseluruh Indoenia, khususnya di Aceh tentang bagaimana memproteksi diri terhadap covid-19 selama memberi layanan kesehatan. Perawat sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan sangat beresiko terhadap penyebaran infeksi covid-19 ini. Ketua DPW PPNI Aceh juga mendorong pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada petugas kesehatan, terutama perawat sehingga mereka terhindar dari penyebaran infeksi virus corona. Beliau juga menyampaikan bahwa ketiadaan perlindungan maksimal kepada petugas kesehatan dapat menimbulkan ketakutan sehingga akan mengganggu kesiapan mereka dalam memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.
Dalam pertemuan ini, pihak Harian Serambi Indonesia juga menyampaikan kesiapan mereka dalam penyebaran informasi kepada masyarakat. PPNI dan IDI bisa memanfaatkan Harian Serambi Indoensia dalam penyampaian informasi tentang virus Corona ini kepada masyarakat. Namun pihak serambi mengharapkan informasi harus disampaikan secara hati-hati supaya tidak menambah ketakutan masyarakat. Kegiatan silaturrahmi ini kemudian ditutup dengan foto bersama dan pernyataan komitmen bersama melawan Covid-19.

LEAVE A REPLY