PERMINTAAN TENAGA PERAWAT KE JEPANG TERUS MENINGKAT

0
229

Banyak dilema yang dihadapi tenaga keperawatan Indonesia saat ini. Mulai sekolah mahal hingga susahnya mendapat pekerjaan dengan gaji yang layak. Pada saat yang sama permintaan perawat ke luar negeri semakin meningkat. Namun peluang ini sering diabaikan perawat dengan alasan tidak punya keterampilan, tidak mampu berbahasa Ingris, sampai tidak mau jauh dari keluarga. Semua ini tidak akan menjadi kendala kalau sudah disiapkan fisik dan mental jauh-jauh hari, bila perlu sejak mengikuti pendidikan tinggi keperawatan.

This image has an empty alt attribute; its file name is image-4.png

Merespon banyaknya permintaan perawat ke luar negeri, DPW PPNI Aceh secara inten berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai lembaga pemerintah, baik pusat maupun daerah guna mendapatkan berbagai sumber pembiayaan untuk menyiapkan tenaga keperawatan Aceh (Diploma dan Sarjana) supaya mendapatkan kesempatan bekerja di luar negeri. Tidak hanya itu, Abdurrahman, S.Kp., M.Pd., selaku Ketua DPW PPNI Aceh terus mengajak berbagai perusahaan penyalur tenaga kerja untuk melakukan perekrutan tenaga perawat Aceh.

Hasilnya dalam sebulan terakhir terdapat dua sosialisasi untuk memberikan informasi kepada perawat tentang peluang kerja ke Jepang. Sosialisasi pertama dilakukan oleh perusahaan JISSHO-Medang melalui kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Aceh di Aula Bapeda Aceh. Dalam sosialisasi ini disampaikan bahwa berbagai rumah sakit di Nagoya Jepang membutuhkan tenaga keperawatan dan tenaga profesi kesehatan lainnya. Bila ada tenaga keperawatan yang berminat, Dinas Tenaga Kerja dan Mobilisasi Penduduk Aceh siap memfasilitasi dan membantu sehingga berbagai ternaga profesional kesehatan Aceh siap dikirim untuk bekerja ke Jepang.

Sosialisasi ke dua dilakukan di Aula Fakultas Keperawatan Unsyiah. Dalam sosialisasi ini Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) siap membantu tenaga perawat Aceh untuk bekerja di Jepang melalui sistem Goverment to Goverment  (G to G). Salah satu Deputi BP2MI mengatakan bahwa masih minimnya minat perawat Aceh untuk bekerja di Jepang atau belahan dunia lainnya. Pada tahun 2019, hanya ada dua orang yang mendaftar dan akan diberangkankan sebagai pekerja migran ke Jepang. Menurut Dekan Fakultas Keperawatan Unsyiah Dr. Hajjul Kamil, S.Kp., M.Kep., perawat Aceh sudah memiliki kualitas untuk bekerja ke luar negeri, namun kendala yang dihadapi saat ini terutama perempuan adalah tidak siap berpisah dengan keluarga ataupun tidak diizinkan keluarga. Padahal dari segi gaji dan pengalaman, bekerja di negara maju seperti Jepang sangat menjanjikan bagi masa depan tenaga keperawatan kita.

Karenanya, Ketua DPW PPNI Aceh Abdurrahman, S.Kp., M.Pd, disela-sela kesibukannya sebagai Candidat Doktor dibidang Pendidikan Keperawatan terus melakukan koordinasi dan kerjasama untuk mendorong Pemerintah Aceh agar melakukan advokasi kepada tenaga keperawatan Aceh untuk dikirim bekerja ke luarga negeri, terutama Jepang, Korea, Timur Tengah dan Eropa. Karena menurut informasi, kebutuhan mereka akan tenaga perawat terus meningkat. Ketua DPW PPNI Aceh juga menyampaikan agar setiap perawat Aceh yang berminat bekerja ke luar negeri agar dapat mendaftarkan dirinya setiap saat ke Komisariat DPW PPNI Aceh (WA: 082370509192/ 082304133304) atau bisa juga di Komisariat DPD PPNI Kabupaten/ Kota masing-masing dengan meninggalkan nomor kotak dan e-mail sehingga setiap ada permintaan dari Pemerintah atau perusaan penyalur tenaga kerja langsung bisa dihubungi dan diusulkan.

LEAVE A REPLY