PERAWAT INDONESIA BERDUKA

0
574

Tenaga kesehatan merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Ibarat perang, berada di garda terdepan memiliki resiko tinggi yang berujung maut. Begitu juga halnya dengan tenaga kesehatan saat ini. Mereka yang berada di garda terdepan memiliki resiko tinggi tertular virus corona. Apalagi saat ini perkembangan covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Malah dalam beberapa hari terakhir meningkat signifikan. Pada tanggal 13 April 2020 mencapai 4.241 pasien pasitif covid-19 (https://corona.help).

Perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan saat ini masih berjibaku membantu masyarakat di berbagai pusat layanan kesehatan dan masyarakat dalam menangani covid-19. Berbagai masalah dihadapi dalam bakti mereka kepada Ibu Pertiwi. Belum selesai dengan masalah APD yang tidak memadai, beberapa diatara perawat harus kehilangan nyawa mereka dalam perang melawan covid-19. Tidak sampai disitu, masih ada masyarakat dengan berbagai alasan yang tidak logis menolak jasad mereka. Seakan nurani sudah hilang di bumi pertiwi. Sampai saat ini, per 12 April 2020 sebanyak 12 perawat telah meninggal dunia dalam baktinya kepada negara dan masyarakat.

Situasi ini telah membuat kesedihan mendalam di kalangan perawat Indonesia termasuk Aceh. Ketua DPW PPNI Aceh Abdurrahman, S.Kp., MPd, menginstruksikan kepada semua perawat untuk memakai “Pita Hitam di Lengan Kanan”, sebagai bentuk solidaritas dan empati mendalam kepada teman sejawat yang telah gugur dalam mengemban tugas negara. Intruksi ini efektif berlaku sejak 12 – 16 April 2020.

Ketua DPW PPNI Aceh juga menghimbau kepada semua perawat yang terlibat dalam penanganan Covid-19, baik di rumah sakit maupun di Puskesmas untuk berhati-hati sehingga tidak ada lagi korban perawat di masa yang akan datang. Semoga Allah SWT yang maha Rahman dan Rahim mencabut kembali cobaan ini. Kesabaran dan doa kita semua, semoga cobaan ini segera berakhir. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

LEAVE A REPLY